IBNU THUFAIL PDF

Latar Belakang Peradaban Islam melahirkan banyak ahli filsafat yang ternama. Namun entah mengapa filsafat dan kesusastraan Islam tetap dianggap sebagai satu kelompok yang hilang dalam sejarah pemikiran manusia. Jangan heran bila dalam studi sejarah pemikiran, lebih mengenal tokoh-tokoh yang berasal dari Yunani dan Barat ketimbang dari Islam. Meskipun para ulama Islam yang ahli di bidang pemikiran dan kebudayaan seperti seperti al-Ghazali, Ibnu Thufayl, al-Kindi, al-Farabi, dan Ibn Sina dianggap brilian, namun mereka tak mendapat tempat yang sewajarnya dibandingkan dengan tokoh Yunani seperti Plato dan Aristoteles.

Author:Vurr Zolonos
Country:Mauritius
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):19 March 2019
Pages:138
PDF File Size:7.10 Mb
ePub File Size:18.18 Mb
ISBN:661-1-24678-657-4
Downloads:48066
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kiganris



Diposting oleh irwanto krc , Pada zaman pertengahan, Islam di Barat dan Timur telah mencapai puncaknya. Baik dalam pemerintahan maupun ilmu pengetahuan. Tapi Islam di Barat Spanyol lebih menjadi perhatian dunia ketika mampu mentranfer khazanah-khazanah Islam di Timur.

Dan bahkan mengembangkannya. Filosuf-filosuf yang karya-karya besarnya banyak dikaji dunia, lahir di kota ini. Ibnu Thufail dikatakan orang berada di suatu tingkat yang ajaib dalam ilmunya, yakni berada dalam tingkat mistik yang penuh kegembiraan. Beberapa orang menganggapnya sebagai orang panteis orang yang menganggap tidak ada beda lagi antara dirinya dengan Tuhan. Anggapan ini ternyata salah. Fadhonnu khoiran wala tasal anil khobari. Salah satu karya yang tersisa dalam sejarah pemikirannya.

Risalah atau novel alegori yang bertajuk filosofis-mistis itu, menyita banyak perhatian. Hayy ibnu Yaqzhan adalah refleksi dari pengalaman filosofis-mistis Ibnu Thufail. Dimana karya itu tidak lepas dari pembacaan ulang atau pengaruh dari pemikiran Ibnu Shina. Namun Ibnu Thufail di sini menghadirkan karya yang berbeda.

Dalam kisah itu, dia menampilkan sebuah novel aligoris yang mengkisahkan seorang bayi yang tedampar di hutan dan di rawat oleh seekor rusa sampai bayi itu dewasa. Tanpa latar belakang sosial budaya, anak itu dapat tumbuh dewasa dengan intelegensi yang tinggi dan mampu mencapai tingkat spiritualitas yang paling tinggi. Sehingga ia mampu menyingkap rahasia dibalik dunia ini dan mencapai titik Musyahadah, akhirnya dapat menemukan kebenaran sejati.

Biografi Ibn Thufail. Setelah Dinasti Muwahhidun berdiri, gejolak politik itu berangsur-angsur mereda. Kondisi kembali seperti masa-masa Dinasti Umayyah sebelumnya. Sevilla, Cordova, atau Andalusia secara umum kemudian kembali menjadi pusat peradaban Islam, yang menjadi salah satu paru yang berperan memajukan pendidikan Islam. Ilmu-ilmu warisan orang-orang seperti al-Kindi, al-Farabi, Ibnu Sina, Ibn Bajjah, bahkan al-Razi juga al-Ghazali, kembali mengalir deras di wilayah-wilayah ini.

Dan Ibn Thufail muda dalam situasi pendidikan yang dinamis seperti itu dididik dan diajarkan bernagai ilmu oleh orang tuanya, belajar filsafat, ilmu kedokteran, dan beragam ilmu yang lainnya. Hingga kemudian dia dikenal sebagai seorang dokter yang disegani di Andalusia. Pada pihak lain, khalifah sendiri mencintai ilmu pengetahuan dan secara khusus adalah peminat filsafat serta memberi kebebasan berfilsafat.

Sikapnya itu menjadikan pemerintahannya sebagai pemuka pemikiran filosofis dan membuat Spanyol, seperti dikatakan R. Sebagai ahli falsafah, Ibnu Thufail adalah guru dari Ibnu Rusyd Averroes , ia mengusai ilmu lainnya seperti ilmu hukum, pendidikan, dan kedokteran, sehingga Thufail pernah menjadi sebagai dokter pribadi.

Ibnu Thufail seperti yang dikatakan oleh Leen E. Sedikit orang yang dapat memiliki hubungan khusus dengan sultan, meskipun dengan jabatan sebagai menteri yang notabene di bawah wazir tetap dimungkinkan adanya hubungan dekat itu. Namun sekali lagi, hubungan itu akan nampak relevan jika Ibn Thufail adalah wazir dari khalifah. Kedudukannya itu digantikan oleh Ibnu Rusd atas permintaan dari Ibnu Thufail.

Namun dari sekian karyanya itu, hanya Hayy ibn Yaqdzan yang lengkap sampai pada kita. Karya ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Giovanni vico dolla Mirandolla Abad 15 sebagai karya besar ilmiyah magnum opus yang menjadi referensi utama pada masa itu.

Hayy ibn Yaqdzan juga diterjemahkan oleh Edward Pockoke juga dalam bahasa Latin. Karena itu tidak heran kalau hasil karyanya sedikit. Kisah ini dalam jangka waktu yang tidak pendek, memainkan peranan dalam suatu kedudukan yang terpandang. Tahun M, buku itu diterjemahkan dalam bahasa Inggris kembali oleh George Ashwell. Selanjutnya oleh Simon Ockey pada tahun M. Dan setelah 11 tahun dari penerjenahan yang terakhir itu, Daniel Defoe mengeluarkan kisah karangannya yang bernama Robinson Crusoe yang diambil dari kisah Hayy Ibn Yaqzham.

Filsafat Hayy Ibn Yaqzhan. Tentang Hayy ibn Yaqzhan. Harun Nasution mengatakan itu adalah kepulauan Indonesia. Yaitu pulau Waq-waq. Versi pertama : dia dilahirkan oleh seorang saudari raja yang dikawini Yaqzham secara rahasia. Karena ibu Hayy takut perkawinannya diketahui oleh raja, maka setelah Hayy lahir lalu dimasukkan ke dalam peti dan dihanyutkan ke laut kepulauan India. Versi kedua : Hayy adalah anak alam, dalam arti tanpa ayah dan ibu. Dalam keadaan bayi, Hayy dipelihara oleh seekor Rusa yang kematian anaknya.

Hayy tumbuh dan berkembang. Dia mengenal alam lingkungan sekitarnya. Dia dikaruniai Allah kecerdasan yang luar biasa. Dia menemukan api, membuat berbagai alat, perkakas dan senjata.

Bahkan sanggup mengenal hakikat tertinggi di alam wujud dan di alam metafisik. Dia dapat mengenal alam ini melalui jalan filsafat. Hal inilah yang mendorongnya berusaha melalui cahaya filosofis untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan ittihat. Karena bersatu, berhubungan dengan Tuhan adalah pengetahuan sempuna dan kebahagian tertinggi yang berkesinambungan dan abadi.

Untuk mencapai itu, Dia masuk ke dalam sebuah gua, berpuasa terus menerus selam 40 hari dan berusaha sekuat kuatnya untuk memisahkan akal pikirannya dari dunia luar dan dari badannya sendiri dengan jalan merenung dan memikirkan Zat Tuhan agar dapat berhubungan dengan-Nya. Akhirnya dia mendapatkan apa yang diinginkannya. Fase Pertama : Hayy dipelihara oleh seekor Rusa, hingga dia dapat belajar tindak tanduk dan bahasa hewan. Dia menutupi tubuhnya, membuat tempat berteduh, dan mempersenjatai dirinya serta memulai menyimpan bahan makanan.

Fase Kedua : Rusa yang memeliharanya mati. Hayy berusaha mengetahui penyebab kematian rusa itu. Dia berkesimpulan ada roh yang menjadi sentral dan bersifat immateri.

Pada tahap ini pula dia mengetahui fungsi setiap anggota badan dan daya yang menggerakkannya. Fase Ketiga : Dia mengetahui api, kesimpulannya adanya tertib alam dan akal budi. Fase Keempat : Dia mengetahui kesatuan dan keberagaman pada jasad dan jiwa yang diamatinya. Fase Keenam : Selain menemukan kepastian adanya penggerak yang disebut wajib wujud. Menurutnya asal alam yang meteri itu haruslah immateri dan wajib al-wujud.

Fase Ketujuh : pada usia 50 tahun, Hayy berkesimpulan bahwa Tuhan itu pasti baik dan bijaksana, sempurna dan penuh rahmat dan menjadi tujuan manusia. Karena itu puncak kebahagiaan hanya dicapai dengan selalu berhubungan dengan-Nya tampa henti dan melepas diri dari dunia meteri. Sehingga manusia sampai pada objek pengetahuan tertinggi, yaitu wajib al-wujud. Disinilah Hayy sampai kepuncak tafrid. Pemukanya adalah Asal Absal atau Isal dan Salman-seorang penguasa yang karismatik.

Absal lebih tertarik pada aspek batin syariat-memilih uzlah- dan cendrung menakwilkan secara filosofis. Sementara Salman-penguasa yang ramah-memahami secara zahir. Absal menceritakan kebenaran yang diperoleh dengan wahyu. Sementara Hayy juga menceritakan pengalaman filsafatnya. Antara pengalaman keduanya tidak bertentangan. Lalu keduanya sepakat pergi ke tempat yang dikuasai oleh Salman. Pada mulanya masyarakat menyambut baik. Namun ketika mendakwahkan keyakinan suci mereka, pendudukpun menolaknya.

Hal demikian karena penduduk Salman sebelumnya telah memahami agama secara zahir saja. Akhirnya keduanya minta maaf dan kembali ke pulau asal Absal untuk melanjutkan kontemplasi sampai akhir hayatnya. Namun keduanya paham bahwa tidak semua orang paham akan filsafat.

Paling tidak ada dua kesimpulan sederhana tentang cerita diatas. Pertama : penjelasan mengenai penyesuaian filsafat dan agama. Hayy dilambangkan akal manusia dan Yaqzham dilambangkan Tuhan. Disinilah Neo-Platonisme mengandung unsur kemanusiaan hasil pemikiran manusia , keragaman dan keberhalaan.

Filsafatnya yang terkandung dalam cerita Hayy ibn Yaqzhan. Juga dia mengkritik al-Farabi sebagai filosof yang ragu-ragu, tidak memberi kepastian dalam masalah-masalah falsafi. Ibnu Thufail mengkritiknya karena gaya bahsa Ibnu Sina sangat kabur dan mendalam sehingga seringkali tidak dipahami maksudnya. Dalam buku Tahafut al-Falasifah, Al-Ghazali mengkafirkan para filosof Islam yang tidak percaya akan dibangkaitkannya ruh dan jasad sekaligus pada hari akhirat.

Namun dalam kitab al-Mizan dan al-Munqis min al-Dhalal, Al-Ghazali membenarkan dan menerima pendapat para filosof yang dikafirkannya itu. Dengan demikian, seakan-akan Al-Ghazali mengkafirkan dirinya sendiri. Namun untuk memahaminya bisa melihat kerangka dasarnya. Ini tidak mungkin dijelaskan hakikatnya dengan kata-akata. Akan tetapi hanya bisa dengan lambang.

Tahapan-tahapan Pemikiran dalam risalah Hay ibn Yaqzan a. Tahap pengetahuan empiris Setelah mencoba memaparkan secara ringkas kisah di atas, penulis dapat membaginya dalam tiga tahapan dalam pencarian.

LAURELL K HAMILTON OBSIDIAN BUTTERFLY PDF

Ibnu Thufail

March 02, A. Pada pihak lain, khalifah sendiri mencintai ilmu pengetahuan dan secara khusus adalah peminat filsafat serta memberi kebebasan berfilsafat. Sikapnya itu menjadikan pemerintahannya sebagai pemuka pemikiran filosofis dan membuat Spanyol, seperti dikatakan R. Kedudukannya itu digantikan oleh Ibnu Rusd atas permintaan dari Ibnu Thufail. Kesibukannya di pemerintahan yang sedemikian padatnya membuat Ibnu Thufail kurang produktif dalam dunia tulis-menulis. Namun, beberapa tema sempat ditulisnya, misalnya kedokteran, astronomi,dan filsafat. Kitab ini mempersentasekan pemikiran inti Ibnu Thufail dalam ranah filsafat.

FABIOLA CAMPOMANES REVISTA H EXTREMO PDF

IBNU THUFAIL DAN PEMIKIRANNYA

Latar Belakang Pemikiran seseorang tidak akan lepas dari pengaruh zaman dan tempat dimana orang itu berada. Pengaruh zaman dan tempat itu akan memberikan ciri khas atau corak dari pemikiran itu sendiri. Demikian pula dalam sejarah filsafat. Meskipun pada dasarnya sumber filsafat adalah satu yaitu rasio, namun, tidak pelak pemikiran filosofis dari para filosof memiliki ciri dan karakter yang berbeda. Dapat kita lihat bahwa telah terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara pemikiran Al Ghazali dengan Ibnu Rusyd. Makalah ini secara spesifik ingin mengetahui ciri atau corak pemikiran salah satu filosof muslim yang terkenal dengan roman filosofisnya: Hayy ibn Yaqzhan. Penulis berharap, adanya makalah yang singkat ini dapat memberikan pengetahuan dan pencerahan bagi kita semua.

Related Articles