HAMID FAHMI ZARKASYI PDF

JoJosar Selain aktif menulis di berbagai media massa bamid beberapa jurnal, kesehariannya ia habiskan untuk mengajar dan memimpin Program Kaderisasi Ulama dan Pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam, Gontor. Hifdzil Haq rated it it was amazing Mar 05, Sutarman Ngadi marked it as to-read Nov 03, There are no discussion topics on this book yet. Want to Read Currently Reading Read. Rizal Maulana marked it as to-read Sep 21, Bab ini memaparkan bangunan peradaban Islam dari bangunan konsepnya, terutama bangunan pandangan hidupnya, dan kronologi historisnya secara simultan. Aliya B Utami marked it as to-read Dec 02, Afif rated it liked it Feb 25, Keduanya—ilmu dan amal—berakumulasi memberi hami kepada hati sehingga memperkuat iman. To ask other readers questions about Worldview Islam Asas Peradabanplease sign up.

Author:Nikonris Meztishakar
Country:Algeria
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):4 March 2015
Pages:209
PDF File Size:12.22 Mb
ePub File Size:19.34 Mb
ISBN:828-4-19009-537-5
Downloads:4744
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Malat



Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook A. Pendahuluan Reformasi pendidikan adalah sebuah keniscayaan, dan suatu hal yang urgen. Urgen dalam menghadapi masalah umat malaise ummah yang terletak pada front politik, front ekonomi, dan front religio-kultural.

Dari front politik, pemerintah kolonial telah menghancurkan seluruh institusi politik negara Islam, yang mengakibatkan ummah terpecah-pecah dan saling menghantam diantara mereka dan masinisasi politik dilakukan mengeksploitir friksi perbatasan dan menciptakan sebab-sebab untuk terjadinya alienasi dan permusuhan diantara negara Islam.

Sedangkan dari front ekonomi, ummah belum maju dan terbelakang disebabkan karena kapitalisme Barat. Dan dari front religio-kultural, menyebabkan berkembangnya buta huruf, kebodohan dan tahayul.

Hal-hal ini menyebabkan seorang muslimin lari kedalam keyakinan buta, bersandar kepada literalisme dan legalisme. Sebab terjadinya malaise umat ini adalah dikarenakan kesalahan sistem pendidikan yang bersifat merata dan umum ditengah-tengah umat yang sampai saat ini masih belum bisa diatasi.

Khususnya dalam sistem pendidikan Islam yang mengalami penyempitan dalam pemaknaannya dalam berbagai dimensi. Penyebab dari kesalah sistem pendidikan ini disebabkan oleh sekularisasi ilmu yang dikembangkan dan disebarkan oleh peradaban Barat melalui ideologinya dan para mahasiswa-mahasiswa yang mengemban ilmu di Barat.

Oleh karena itu, inilah alasan yang melatar belakangi perlunya reformasi pendidikan melalui Islamisasi ilmu pengetahuan. Islamisasi Ilmu Pengetahuan atau Islamization of Knowledge adalah sebuah gagasan yang juga timbul akibat adanya dikotomi ilmu pengetahuan, pemisahan ilmu umum dan agama.

Ini semuanya akibat dari westernisasi pendidikan. Ide Islamisasi ilmu pengetahuan ini sebenarnya sudah mucul pada permulaan Islam, dan dimunculkan kembali oleh Syed Hossein Nasr, pemikir muslim Amerika kelahiran Iran, tahun an. Beliau menyadari akan adanya bahaya sekularisme dan modernisme yang mengancam dunia Islam, karena itulah beliau meletakkan asas untuk konsep sains Islam dalam aspek teori dan praktikal.

Kemudian dikembangkan oleh Syed M. Naquib al-Attas sebagai proyek "Islamisasi" yang mulai diperkenalkannya pada Konferensi dunia mengenai Pendidikan Islam yang Pertama di Makkah pada tahun Gagasan awal dan saran-saran konkrit yang diajukan al-Attas ini, tak pelak lagi, mengundang pelbagai reaksi dan salah satunya adalah Ismail Raji al-Faruqi dengan agenda Islamisasi Ilmu Pengetahuannya. Dalam tulisan yang sederhana ini, penulis mencoba menyoroti dan menjelaskan, pertama, problem pendidikan.

Kedua, Solusi mengatasi masalah pendidikan dengan reformasi pendidikan melalui Islamisasi ilmu pengetahuan modern. Ketiga, Aplikasi reformasi pendidikan melalui Islamisasi ilmu pengetahuan modern. Problem Pendidikan Salah satu persoalan pelik yang dihadapi masyarakat sebagai penyebab kemunduran ummah dalam bidang politik, ekonomi dan religio-kultural, adalah persoalan pendidikan.

Ada beberapa masalah diantaranya. Jadi konsep sekuler mengacu pada kondisi dunia pada saat ini. Tempo atau zaman ini. Menurut Al-Attas, perpaduan komponen dalam dimensi sekularisasi adalah, penghilangan pesona dari alam disenchantment of nature ,peniadaan kesucian dan kewibawaan agama dari politik desacralization of politics , dan penghapusan kesucian dan kemutlakan nilai-nilai agama dari kehidupan desonsecration of values.

Sekularisme adalah kekuatan utama di balik modernitas peradaban barat. Sekulerisasi didefinisikan sebagai pembebasan manusia pertama dari agama dan kemudian dari kontrol metafisik atas nalar dan bahasa. Sekularisasi dikaitkan dengan ilmu pengetahuan adalah penyingkiran segala unsur spiritual dari objek-objek ilmu yang pada suatu masa merupakan bagian yang integral dalam pandangan keilmuan.

Sekularisasi ilmu pada hakekatnya merupakan bentuk spesifik westernisasi ilmu -merupakan salah satu bentuk naturalisasi, yang warisan keilmuan Islamnya diadaptasi dan diasimilasi kedalam nilai-nilai budaya dan ideologis Barat yang bersifat sekuler. Konsepsi Barat tentang ilmu yang didasarkan atas pengalaman dan kesadarannya pasti mengarah kepada sekularisasi. Oleh karena itu, tidak ada keraguan bahwa jika para sarjana dan cendekiawan muslim yang sekuler membiarkan dirinya bingung dan dibiarkan mengelirukan pemuda Islam dalam ilmu, maka deislamisasi fikiran orang Islam akan berlangsung terus dengan kegigihan dan dilaksanakan dengan lebih hebat, dan akan mengikuti jalan sekularisasi yang sama pada generasi mendatang.

Dampak sekularisasi dalam pendidikan telah menghilangkan dimensi moral dari pendidikan dan merusak tujuan pendidikan yang menghasilkan dikotomi antara pendidikan agama dan pendidikan umum.

Hal ini sering disebut sebagai lambang kejatuhan Muslim. Oleh karena itu, jika kelemahan dari aspek pendidikan ini dibiarkan terus menerus, niscaya akan melestarikan keterbelakangan umat Islam dan menjadikan Umat Islam sebagai bangsa kedua karena tidak konsern dengan ajaran Islamnya.

Semakin jauhnya umat Islam dari hakekat Islam, kemudian di dukung oleh sekularisme maka tak pelak lagi dikotomi dalam diri umat Islam sulit dihindari khusunya dalam dunia pendidikan. Pendidikan di dunia Islam Upaya pendidikan di dunia Islam telah berbuat banyak untuk membangun pendidikan.

Yaitu upaya dalam membangun sistem pendidikan, maupun fasilitas pendidikan yang dapat memberdayakan masyarakat yang komprehensif dan berkelanjutan.. Dalam keyataannya pendidikan di dunia Islam adalah yang terburuk, yang sampai saat ini belum diselesaikan. Keburukan ini dikarenakan berbagai pengaruh dari ideologi asing, pemikiran dan lainnya yang telah memberikan banyak penyimpangan yang di ciptakan dimasa pemerintahan kolonial dan menghasilkan sistem pendidikan sekuler yang telah diadopsi oleh sistem pendidikan Islam pada waktu itu.

Sistem pendidikan sekuler di dunia Islam dibangun dengan mengajarkan nilai-nilai dan metode Barat tanpa dipandu oleh warisan Islam yang membuat lulusannya tidak tahu warisan Islam. Westernisasi pendidikan sebagai penghasil sekularisasi ilmu di dunia Islam juga diwujudkan oleh keraguan yang berkembang, memberikan informasi yang salah tentang pengikutnya, mengecilkan peran Islam dalam sejarah kebudayaan islam, mengingkari tonggak sejarah kebudayaan Islam dan spiritualitas muslim yang dicontohkan sebelumnya, dan kemudian merusak nilai-nilai hari ini.

Menurut Dr. Hamid Fahmi Zarkasy, Selain problem keilmuan yang berasal dari masuknya konsep-konsep, ide-ide dan paham-paham asing kedalam pendidikan dunia Islam, secara internal ummat Islam juga memiliki problem yang tidak kalah seriusnya.

Problemnya adalah lemahnya tradisi pengkajian ilmu-ilmu pengetahuan doktrinal maupun spekulatif. Dari deskripsi diatas bahwasannya problem pendidikan hari ini berasal dari sekularisasi yang masuk kedalam tubuh umat Islam dan mempengaruhinya.

Dan juga dikarenakan kurangnya wawasan Islam dan pengkajiannya sebagai sumber utama islam. Kurangnya wawasan Islam Wawasan Islam adalah esensi islam yang harus di miliki setiap ummat islam, esensi inilah yang membentuk pemahaman umat Islam dalam menghadapi era modernitas. Dalam kenyataannya wawasan Islam telah ditinggalkan oleh ummat Islam.

Kurangnya wawasan Islam ini disebabkan oleh westernisasi islam yang bertujuan untuk mendistorsi pemahaman asli dari Islam dan menghilangkan ciri khas yang membentuk esensi. Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Modern Sebagai Solusi Reformasi Pendidikan Dalam mengatasi semua masalah pendidikan diatas, maka solusinya adalah reformasi pendidikan melalui Islamisasi pengetahuan modern.

Dalam hal ilmu sebagai jalan reformasi pendidikan. Saya akan mengidentifikasi dari Islamisasi pengetahauan, baik dari istilah, tujuan dan langkah-langkah Islamisasi pengetahuan sebagai jalan reformasi pendidikan. Dan dipopulerkan oleh Ismail Raji Al- faruqi pada tahun Pengertian Islamisasi ilmu pengetahuan ini secara jelas diterangkan oleh al-Attas yang lahir dari idenya terhadap Islamisasi secara umum, Pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur-nasional yang bertentangan dengan Islam dan dari belengu paham sekuler terhadap pemikiran dan bahasa.

Juga pembebasan dari kontrol dorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya, sebab manusia dalam wujud fisiknya cenderung lupa terhadap hakikat dirinya yang sebenarnya, dan berbuat tidak adil terhadapnya.

Islamisasi adalah suatu proses menuju bentuk asalnya yang tidak sekuat proses evolusi dan devolusi. Sedangkan pengertian Islamisasi pengetahuan menurut Al- faruqi adalah memberikan definisi baru, mengatur data-data, memikirkan lagi jalan pemikiran dan menghubungkan data-data, mengevaluasi kembali kesimpulan-kesimpulan, memproyeksi kembali tujuan-tujuan — dan melakukan semua itu sedemikian rupa sehingga disiplin-disiplin ini memperkaya wawasan Islam dan bermanfaat bagi cita-cita Islam.

Islamisasi pengetahuan ini ditegaskan lagi oleh Al-faruqi. Bahwasannya, Islamisasi ilmu pengetahuan berarti mengislamkan ilmu pengetahuan modern dengan cara menyusun dan membangun ulang sains sastra, dan sains-sains ilmu pasti dengan memberikan dasar dan tujuan-tujuan yang konsisten dengan Islam.

Setiap disiplin harus dituangkan kembali sehingga mewujudkan prinsip-prinsip Islam dalam metodologinya, dalam strateginya, dalam data-datanya dan problem-problemnya. Seluruh disiplin harus dituangkan kembali sehingga mengungkapkan relevensi Islam yang bersumberkan pada tauhid. Bahwasannya, ilmu pengetahuan modern yang tidak netral dan telah diinfus kedalam praduga-praduga agama, budaya dan filosofis, yang sebenarnya berasal dari kesadaran dan pengalaman manusia barat.

Reformasi pendidikan melalui islamisasi pengetahuan modern Reformasi pendidikan melalui Islamisasi ilmu pengetahuan modern yang telah disinggung diatas adalah memadukan antara Islam dan modern, pendek kata, pengetahuan modern harus di islamkan dan mengislamkan peradaban Barat yang tidak sesuai dengan agama, yaitu melalui pendidikan. Indeed is for the system tobe formed anew. The present dualism in muslim education, its bifurcation into an Islamic and a scular system must be removed and abolished once and for all.

The two system must be united and integrated. Kedua system itu harus digabungkan dan diintegrasikan; sementara sistem yang akan muncul harus di infuse dengan spirit Islam dan berfungsi sebagai bagian integral dari program ideologisnya. Namun demikian, tugas integrasi ini sama sekali tidak berarti percampuran eklektik dari Islam klasik dan pengetahuan barat modern, tetapi lebih sebagai suatu reorientasi sistematis dan restrukturisasi seluruh bidang pengetahuan kemanusiaan yang sesuai dengan sejumlah katagori dan kriteria-kriteria yang baru, yang di derivikasi dari dan didasarkan pada pandangan dunia Islam.

Mengislamkan ilmu bukanlah pekerjaan mudah seperti labelisasi. Selain itu, tidak semua dari barat ditolak. Sebab, menurut Al-attas terdapat persamaan antara Islam dengan filsasfat dan sains modern menyangkut sumber dan metode ilmu. Oleh sebab itu, seseorang yang mengislamkan ilmu, ia perlu memenuhi pra-syarat, yaitu ia harus mampu mengidentifikasi pandangan hidup Islam the Islamic Worldview sekaligus mampu memahami budaya dan peradaban barat.

Setelah mengetahui secara mendalam mengenai pandangan hidup Islam dan Barat, maka proses Islamisasi baru dilakukan. Diantara prosesnya adalah. Pertama, mengisolir unsur-unsur dan konsep-konsep kunci yang membentuk budaya dan peradaban barat, dari setiap bidang ilmu pengetahuan modern saat ini, khususnya ilmu pengetahuan humaniora dalam penafsiran-penafsiran akan fakta-fakta dan dalam formulasi teori-teori.

Kedua, memadukkan unsur-unsur Islam beserta konsep-konsep kunci dalam setiap bidang dari ilmu pengetahuan saat ini yang relevan. Untuk memperkokoh proses Islamisasi ilmu pengetahuan, Al- Faruqi meletakkan pondasi epistemologi pada prinsip tauhid sebagai prinsip dasar Islamisasi yang terdiri lima macam kesatuan; a keesaan kesatuan Tuhan, keesaan tuhan diartikan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, yang menciptakan, memelihara alam semesta.

Dalam kaitannya dengan Islamisasi ilmu, mengarahkan pengetahuan pada kondisi analisa dan sintesa tentang hubungan realitas yang dikaji dengan hukum Allah swt.

Masing-masing saling terkait dan menyempurnakan untuk mencapai tujuan akhir tertinggi Allah swt. Kesatuan ciptaan ini dimaksudkan adalah penciptaan tata kosmis, penciptaan sebagai tujuan-tujuan ukhrawi dan tashkir ketundukan alam semesta kepada manusia.

Penciptaan tata kosmis dimaksudkan setiap kehidupan sesuatu didalam kosmos dan setiap peristiwa yang terjadi adalah sesuai dengan perintah-Nya didalam setiap tahap eksistensi-Nya. Tujuan ini tidak pernah bersifat final, tetapi selalu tunduk kepada tujuan-tujuan lain dimana ia merupakan sebuah nexus final yang hanya bertujuan akhir ends didalam Allah swt. Dalam kaitannya dengan islamisasi ilmu, maka setiap penelitian dan usaha pengembangan keilmuan harus diarahkan sebagai refleksi dari keimanan dan realisasi ibadah kepada-Nya.

Kesatuan kebenaran dan pengetahuan yang dimaksud adalah kebenaran dan pengetahuan bersumber pada realitas, dan jika semua realitas berasal dari sumbu yang sama yaitu Allah swt. Menurut al-Faruqi, kebenaran wahyu dan kebenaran akal itu tidak bertentangan tetapi saling berhubungan dan keduanya saling melengkapi.

Karena bagaimanapun, kepercayaan terhadap agama yang di topang oleh wahyu merupakan pemberian dari Allah dan akal juga merupakan pemberian dari Allah yang diciptakan untuk mencari kebenaran. Syarat-syarat kesatuan kebenaran menurut al-Faruqi yaitu: pertama, kesatuan kebenaran tidak boleh bertentangan dengan realitas sebab wahyu merupakan firman dari Allah yang pasti cocok dengan realitas. Kedua, kesatuan kebenaran yang dirumuskan, antara wahyu dan kebenaran tidak boleh ada pertentangan, prinsip ini bersifat mutlak.

Dan ketiga, kesatuan kebenaran sifatnya tidak terbatas dan tidak ada akhir. Karena pola dari Allah tidak terhingga, oleh karena itu diperlukan sifat yang terbuka terhadap segala sesuatu yang baru.

Dalam kaitannya dengan islamisasi ilmu, maka setiap penelitian dan usaha pengembangan keilmuan harus diarahkan sebagai realita kebenaran pengetahuan. Kesatuan hidup diartikan bahwa kesatuan hidup adalah amanah Allah swt, sebagai kholifah, sebagai kelengkapan didunia ini. Kaitan dengan Islamisasi pengetahuan adalah mengajarkan bahwa setiap pengembangan ilmu harus berdasar dan bertujuan pada syariat.

Kelompok muslim tidak disebut bangsa, suku atau kaum melainkan umat. Kaitan dengan islamisasi ilmu, mengajarkan bahwa setiap pengembangan ilmu harus berdasar dan bertujuan untuk kepentingan kemanusiaan, bukan hanya kepentingan golongan, ras dan etnis tertentu.

Berkaitan dengan Tauhid yang merupakan ajaran paling dasar dari agama Islam, ilmu pengetahuan merupakan salah satu konsekuensi yang paling logis. Al-attas mendukung metode tauhidi yang mana ada kesatuan dalam metode empiris, rasional, deduktif dan induktif.

EL PIANISTA DEL GUETO DE VARSOVIA PDF

HAMID FAHMI ZARKASYI PDF

Terlahir dari keluarga islami modern, sehingga membentuk pribadi dan kejiwaan juga pendidikannya tidak terlepas dari lingkungan keilmuan dan keagamaan. Pendidikan S2 selanjutnya M. Phil dalam studi islam diselesaikan di University of Birmingham United Kingdom Sedangkan studi S3 Ph. Sikap keilmuannya tercermin dari berbagai tulisannya di media masa. Ia mencoba mengkritik sesuatu yang di apresiasi orang, dan mengapresiasi konsep-konsep tradisional Islam yang selama ini dilupakan orang. Murid langsung Prof.

ELEKTROMANYETIK ALAN TEORISI DERS NOTLAR PDF

.

DECOLONISATION OF INDOCHINA PDF

.

Related Articles